0

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Stadion Utama Gelora Bung Karno sangat bersejarah bagi dunia olahraga Indonesia. Stadion ini digagas oleh sang proklamator Bapak Soekarno menyambut Asian Games keempat tahun 1962 sekaligus menjadi ruang terbuka hijau bagi warga Jakarta. Konsep atap stadion yang unik atau Bung Karno menyebutnya “Temu Gelang” layaknya cincin raksasa menjadi ciri khas stadion ini.

Awalnya lokasi Stadion merupakan desa yang terdiri dari empat desa yang dipindahkan untuk pembangunan stadion. Pada 8 Februari 1960 Bung Karno menancapkan tiang pancang pertama sebagai peresmiannya. Kala itu penduduk desa berjumlah lebih dari 60.000 penduduk. Hingga pada 21 Juli 1962 Stadion Utama Gelora Bung Karno selesai dibangun dengan kapasitas mencapai 100 ribu  penonton. Stadion ini terdiri dari lapangan sepakbola dengan luas 105 x 70 meter yang dikelilingi oleh jalan lingkar luar (athletic tracks) sepanjang 920 meter.

jelajahsejarah-Sejarah Stadion Gelora Bung Karno-1

Pada masa orde baru nama stadion ini dirubah menjadi Stadion Utama Senayan hingga tahun 1998 namanya kembali menjadi Stadion Utama Gelora Bung Karno melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001. Sejumlah pertandingan olahraga internasional bersejarah pernah digelar di komplek Stadion kebanggaan masyarakat Indonesia ini.

Dibaca 2486 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>