0

Sejarah Kota Semarang

Ibukota Jawa Tengah, Semarang memiliki sejarah panjang dari yang awalnya hanya daratan lumpur kini menjadi salah satu kota besar di Indonesia dengan kemajuan kota yang cukup pesat. Sejarah Kota Semarang bermula saat kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang  meninggalkan demak menuju ke daerah barat bernama Pulau Tirang. Hutan dipugar kemudian mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Daerah tersebut semakin subur dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang dalam bahasa Jawa disebut Asem Arang dan menjadi Semarang sebagai nama daerah tersebut.

Kyai Ageng Pandan Arang I diangkat menjadi kepala daerah setempat . lalu gelar pimpinan daerah dipegang oleh Kyai Ageng Pandan Arang II dan menjadikan daerah tersebut makmur dan sejahtera. Tapi Kyai Ageng Pandan Arang II mengundurkan diri dari hidup keduniawian dan meninggalkan Semarang.

jelajahsejarah-Sejarah Kota Semarang-4

Pada tahun 1906 saat Belanda berkuasa dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang. Pada masa penjajahan Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, pemerintahan daerah Kota Semarang belum dapat menjalankan tugasnya karena pendudukan Belanda.

jelajahsejarah-Sejarah Kota Semarang-1

Tahun 1946 lnggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menaiigkap Mr. Imam Sudjahri, walikota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Tak lama setelah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan Jepang yang bersikeras tidak bersedia mau menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Narnun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian diluar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta.

 jelajahsejarah-Sejarah Kota Semarang-2

Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti dimasa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri di Yogyakarta. Beliau menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.

jelajahsejarah-Sejarah Kota Semarang-3

Dibaca 1327 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>