0

Sejarah Bangunan di Indonesia: Mari Kita Jalan-Jalan!

Sejarah bangunan di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali tempat-tempat wisata indah yang harus dikunjungi dan tentu, mendapatkan perawatan yang baik dari pemerintah maupun masyarakat. Tak hanya tempat wisata saja, Indonesia pun memiliki banyak bangunan-bangunan dengan nilai historis yang luhur paling banyak dan memiliki nilai arsitektuk yang juga cukup tinggi. Meski pun banyak dari bangunan berhistoris tersebut merupakan hasil karya bangsa, namun tak sedikit juga bangunan, masjid bahkan jembatan yang merupakan hasil karya para arsitek negeri sendiri dengan nilai arsitektur yang cukup tinggi. Apa saja sejarah bangunan di Indonesia yang kamu ketahui?

Istana Maximun

Sejarah bangunan di Indonesia

Sejarah bangunan di Indonesia pertama, dalam artikel ini, adalah Istana Maximun. Istana Maximun telah dinobatkan sebagai salah satu bangun terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Bangunan yang merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah ini terletak di Jl. Brigjen Katamso dan telah selesai dibangun pada tahun 1888. Pengaruh Eropa terlihat jelas pada ruang tamu, jendela, pintu dan sebuah prasasti di depan tangga yang bertuliskan dengan huruf Latin, berbahasa Belanda.

Masjid Raya Medan

Selain Istana Maximun, Medan pun masih memiliki sejarah bangunan di Indonesia, yaitu Masjid Raya Medan. Bangunan yang juga menjadi jejak kejayaan Deli ini berdiri tak jauh dari Istana Maximun. Masjid Raya Medan ini dibangun pada tahun 1906 semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid. Aplikasi lukisan cat minyak berupa bunga-bunga dan tumbuhan di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di dalam masjid ini menunjukkan tingginya nilai seni dari Masjid Raya Medan.

Masjid Istiqlal

Sejarah bangunan di Indonesia

Sejarah bangunan di Indonesia berikutnya datang dari Ibu Kota, yaitu DKI Jakarta. Masjid yang kokoh ini berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang banyaknya. Masjid ini merupakan hasil karya dari F. Silaban dan pernah menjadi masjid terbesar Asia Tenggara. Masjid ini dibangun pada masa-masa kemerdekaan sehingga arti nama dari masjid ini pun melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.

Dibaca 724 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>