0

Museum Bank Mandiri, Sejarah Perbankan Indonesia

Museum Bank Mandiri adalah salah satu bangunan bersejarah peninggalan bangsa Indonesia. Museum yang terletak di area Kota Tua tepat di depan Stasiun Beos (Jakarta Kota) ini, adalah museum perbankan milik Bank Mandiri. Museum perbankan ini dilengkapi dengan ornamen unik di sisi timur dinding hall bangunan museum, dengan desain ornamen kreasi hiasan yang terbuat dari kaca patri dan pada bagian tengahnya terpisahkan oleh pilar.

Museum Bank Mandiri telah menorehkan sejarah panjang proses berdirinya Bank Mandiri. Sebenarnya, Bank Mandiri ini muncul dari mergernya atau bergabungnya empat bank milik Pemerintah, diantaranya adalah Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (BPI), Bank Ekspor Impor Indonesia (BEII), dan Bank Bumi Daya (BDD) yang diresmikan 31 Juli 1999. Sebenarnya masing-masing bank sebelum merger menjadi Bank Mandiri, sudah memiliki sejarahnya masing-maisng. Oleh karena itu, latar belakang dibangunnya museum ini adalah untuk melukiskan sejarah dari keempat bank tersebut dengan masing-masing kekhasan yang melekat pada masing-masing bank tersebut.

museum bank mandiri

Museum bank ini memiliki 4 (empat) lantai yang luasnya sekitar 21.509 m2. Pola arsitekturnya berbentuk simetris. Lantai dasar Musem Bank Mandiri sengaja dibuat agak sedikit lebih tinggi daripada jalan raya dengan maksud agar terkesan lebih anggun ketika memasuki bangunan. Untuk lantai bagian lobby, ruang direksi, dan ruang rapat menggunakan kepingan pecahan keramik yang dicampur dengan kaca, sedangkan untuk ruangan lain menggunakan tegel ubin berwarna warna abu-abu, hitam, dan merah.

Anda dapat melihat koleksi yang ada di Museum Bank Mandiri ini yang terdiri dari berbagai perlengkapan yang digunakan untuk operasional bank, mulai dari surat berharga, uang koin, uang kertas, dan arsip sejarah. Anda juga bisa melihat koleksi perlengkapan yang dipakai operasional bank zaman dulu yang sangat unik, misalnya seperti peti uang, kalkulator, mesin penghitung uang sistem mekanik, mesin cetak, mesin pembukuan, seal press, alat untuk pres bendel, brandkast, kotak deposit penyimpanan dan pintu besi serta berbagai macam surat berharga, misalnya cek, sertifikat deposito, bilyet deposito, saham dan obligasi. Desain interior dan furnitur yang asli yang terdapat di dalam gedung museum ini adalah salah satu peninggalan kebudayaan yang harus kita lestarikan.

Dibaca 1474 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>