0

Intip Masyarakat Tempo Dulu Beriklan Rumah

Dewasa ini kebanyakan orang tidak terlalu kesulitan untuk mempromosikan produknya sebab seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi itu pun berkembang. Hampir semua orang memanfaatkannya, termasuk untuk ajang jual-beli rumah. Lalu tahukah Anda bagaimana orang-orang dulu bertransaksi? Bagaimana mereka menunjukkan bahwa rumah dijual itu merupakan rumahnya? Atau bagaimana cara orang dulu mempromosikan rumah yang ingin ia jual?

Tempo dulu tentu saja sangat berbeda dengan sekarang. Tak ada internet, tak ada gadget, telepon umum pun mungkin belum ada. Budaya yang berkembang saat itu masih tentang surat menyurat, maka tidak heran jika jasa seorang tukang pos dulu hampir sama dengan jasa seorang guru. Ketika seseorang ingin menjual rumahnya, tak ada cara lain selain mempromosikannya langsung kepada orang-orang yang ada di sekitarnya bahwa rumah dijual itu miliknya artinya ia hendak menjual rumahnya. Cara lain yang digunakan saat itu adalah dengan mengirimi surat promosi atau surat permohonan bantuan untuk mempromosikan rumahnya kepada sanak keluarga atau orang yang dikenal yang berada jauh darinya. Sulit bukan? Tentu saja.

Meskipun cara tersebut sangat sulit dan bisa Anda bayangkan rumah yang dijual bulan November akan laku pada bulan apa jika dipromosikan dengan cara seperti itu, tetapi hal itu justru tidak membuat para penjual rumah bermalas-malasan, mereka dinilai lebih semangat daripada orang-orang pada zaman sekarang. Kebanyakan pengiklan rumah zaman sekarang hanya mempublikasikannya lewat internet kemudian mereka berpangku tangan hanya tinggal menunggu apakah akan ada orang yang berminat terhadap rumahnya atau tidak, hanya sampai di situ usahanya.

rumah dijual, masyarakat tempo dulu

Lain dengan mereka sang pengiklan di zaman dulu, mereka begitu gigihnya menggambar rumah yang akan mereka jual di dalam lembaran-lembaran kertas kemudian menempelkannya di sepanjang jalan manapun yang mereka rasa akan ada orang yang tertarik untuk membacanya. Usaha mereka dari menggambar rumah, menulis deskripsi rumah dijual, dan menyebarkannya itu merupakan usaha yang patut diacungi jempol dan sudah sangat jarang terlihat di masa kini.

Lalu apakah rumah dijual dengan cara seperti itu pada akhirnya bisa laku? Sebagian besar memang akan terjual, sebab pada waktu itu budaya cerita masih melekat dalam diri mereka. Berita jual rumah dari mulut ke mulut pun tersebar begitu cepat baik berita yang disampaikan itu berawal dari sang pengiklan yang mempromosikan secara langsung ataupun dari pamflet-pamflet yang pernah mereka baca. Seperti itulah, setiap zaman memiliki ciri khasnya masing-masing dan akan selalu ada yang berbeda dalam setiap usaha dan hasil yang didapatkannya.

Dibaca 568 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>