0

Permen Tongkat; Si Ikon Natal yang Pedas

Permen Tongkat; Si Ikon Natal yang Pedas

Anda pasti sering lihat permen yang satu ini. Bentuknya melengkung, menyerupai gagang payung dan biasanya tampil dengan warna-warni mencolok dan motif bergaris. Manisan satu ini, identik dengan hari natal. Biasanya permen mint ini nongol di cerita-cerita natal untuk anak-anak. Tergantung di pohon natal atau di perapian menemani kaus kaki tempat Santa Klaus menaruh hadiahnya. Bahkan ornamen tiruannya juga ramai diperjualbelikan untuk dijadikan hiasan natal.Tapi tahukah anda kalau manisan satu ini punya sejarah yang cukup menarik?

Baca Juga:Cokelat Dari Kakao sampai Kakawa

Menurut kisah penduduk setempat, permen tongkat atau candy cane ini pertama kali dibuat oleh seorang choirmaster di Cologne, Jerman, pada tahun 1670. Namun permen tongkat ini dibuat bukan sebagai bagian dari usaha untuk menambah gereja. Sebaliknya, ide untuk membuat permen ini muncul dikarenakan sang choirmaster ingin mengurangi suara bising yang ditimbulkan oleh anak-anak di gereja saat malam natal. Nah, agar praktek pemberian permen ini tidak terlalu terlihat menyimpang dan masih mengusung unsur rohani; sang choirmaster meminta si pembuat permen untuk membentuk permen tersebut sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk tongkat gembala yang mengunjungi bayi Yesus. Hal ini diharapkan untuk membantu anak-anak mengingat detik-detik menjelang kelahiran Yesus. Warna awal dari permen ini juga tak semeriah sekarang; untuk mengajarkan kepercayaan kristiani mengenai kehidupan tanpa dosa yang dijalani Yesus, permen ini dibuat dengan warna putih.

Dari Jerman, tradisi pemberian permen tongkat ini menyebar dengan cepat ke seantero Eropa. Secara rutin, permen ini dibagikan setiap selesai pementasan pada malam natal. Khususnya ketika mementaskan kisah saat kelahiran Yesus Kristus. Karena itulah, permen ini menjadi erat kaitannya dengan hari natal.

Permen Tongkat; Si Ikon Natal yang Pedas

Tidak jelas apa rasa awal dari permen tongkat yang pertama kali dibuat di Cologne, tapi permen yang awet sampai sekarang ini terkenal akan rasanya mint yang bisa menyejukkan mulut juga membersihkan lidah setelah menyantap hidangan natal yang memiliki cita rasa berat. Menurut literatur, permen tongkat rasa mint dengan motif lurik-lurik ini pertama kali dibuat resepnya pada tahun 1844. Dan pada tahun 1874, asosiasinya dengan natal semakin erat dengan seringnya permen ini disebut dalam kisah-kisah natal. Dan pada tahun 1892, tradisi menggantung permen ini di pohon natal pun dimulai.

Kini, permen tongkat tersedia dalam berbagai ukuran, warna, dan rasa. Pemasarannya pun tidak hanya terbatas di Eropa, di Indonesia pun sudah banyak toko manisan yang menjual permen tongkat ini, baik di mall ataupun gerai khusus. Penjualannya pun tidak hanya saat natal, namun di hari-hari biasa, anda masih bisa menemukan permen yang kerap menghiasi cerita natal ini di toko-toko permen.

Dibaca 350 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>